Thursday, April 12, 2018

Contoh Makalah tentang Gamelan


BAB I
PENDAHULUAN

1a. Latar Belakang Masalah
                 Perkembangan musik dunia makin tahun pertumbuhannya kian pesat dan berkembang. Khususnya di Indonesia music pada era saat ini telah berbeda dengan music pada masa Indonesia di tahun lalu. Saat ini mayoritas penikmat music Indonesia lebih suka untuk menimati music modern disbanding music daerah. Pada hakikatnya music daerah adalah music yang tumbuh dan berkembang dinusantara, tetapi pada saat ini music – music tersebut tidak terlalu menarik perhatian peminat music dan kurangnya sarana sebagai tempat untuk mengembangkan music daerah tersebut.
                     Salah satu contoh dari banyaknya jenis – jenis music di nusantara adalah music gamelan. Gamelan pada saat ini telah mengalami banyak perkembangan dan sedikit modifikasi atau pertambahan beberapa alat music modern. Namun walaupun demikian peminat music ini masih sangat sedikit.

1b. Tujuan
                 Bertujuan agar siswa – siswi kelas X mengetahui dan lebih mengenai salah satu music daerah nusantara yaitu Gamelan. Dan dapat pula untuk menghargai dan melestarikan music daerahnya.

1c. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah gamelan ?
2.      Alat music apa saja yang digunakan pada music gamelan ?
3.      Jenis – jenis music gamelan ?
4.      Bagaimana cara memainkan alat music gamelan ?
5.      Dari daerah mana saja gamelan ?
6.      Jenis – jenis gamelan di setiap daerah ?








BAB II
PEMBAHASAN

2a. Gamelan
          Gamelan adalah ansambel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau JawaMaduraBali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah Gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

2b. Sejarah Gamelan
          Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu – Buddha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli Indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu – satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyajikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan ( sekarang Gunung Lawu ). Sang Hyang Guru pertama – tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.
            Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke – 8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan di petik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.

Ø Sejarah Gamelan Jawa
Awalnya, alat musik instrumen gamelan dibuat berdasarkan relief yang ada dalam Candi Borobudur pada abad ke-8. Dalam relief di candi tersebut, terdapat beberapa alat musik yang terdiri dari kendang, suling bambu, kecapi, dawai yang digesek dan dipetik, serta lonceng. 

Sejak itu, alat musik tersebut dijadikan sebagai alat musik dalam alunan musik gamelan jawa. Alat musik yang terdapat di relief Candi Borobudur tersebut digunakan untuk memainkan gamelan. Pada masa pengaruh budaya Hindu-Budha berkembang di Kerajaan Majapahit, gamelan diperkenalkan pada masyarakat Jawa di Kerajaan Majapahit. 

Konon, menurut kepercayaan orang Jawa, gamelan itu sendiri diciptakan oleh Sang Hyang Guru Era Saka, sebagai dewa yang dulu menguasai seluruh tanah Jawa. Sang dewa inilah yang menciptakan alat musik gong, yang digunakan untuk memanggil para dewa. 
Alunan musik gamelan jawa di daerah Jawa sendiri disebut karawitan. Karawitan adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan alunan musik gamelan yang halus. Seni karawitan yang menggunakan instrumen gamelan terdapat pada seni tari dan seni suara khas Jawa, yaitu sebagai berikut. 

1. Seni suara terdiri dari sinden, bawa, gerong, sendon, dan celuk.
2. Seni pedalangan terdiri dari wayang kulit, wayang golek, wayang gedog, wayang klithik, wayang beber, wayang suluh, dan wayang wahyu. 
3. Seni tari terdiri dari tari srimpi, bedayan, golek, wireng, dan tari pethilan. 

Seni gamelan Jawa tidak hanya dimainkan untuk mengiringi seni suara, seni tari, dan atraksi wayang. Saat diadakan acara resmi kerajaan di keraton, digunakan alunan musik gamelan sebagai pengiring. Terutama, jika ada anggota keraton yang melangsungkan pernikahan tradisi Jawa. Masyarakat Jawa pun menggunakan alunan musik gamelan ketika mengadakan resepsi pernikahan.

Ø Sejarah Gamelan Sunda ( Degung )
Degung merupakan salah satu gamelan khas dan asli hasil kreativitas masyarakat Sunda. Gamelan yang kini jumlahnya telah berkembang dengan pesat, diperkirakan awal perkembangannya sekitar akhir abad ke-18/awal abad ke-19. Jaap Kunst yang mendata gamelan di seluruh Pulau Jawa dalam bukunya Toonkunst van Java (1934) mencatat bahwa degung terdapat di Bandung (5 perangkat), Sumedang (3 perangkat),Cianjur (1 perangkat), Ciamis (1 perangkat),Kasepuhan (1 perangkat), Kanoman (1 perangkat), Darmaraja (1 perangkat), Banjar(1 perangkat), dan Singaparna (1 perangkat).
Masyarakat Sunda dengan latar belakang kerajaan yang terletak di hulu sungai, kerajaan Galuh misalnya, memiliki pengaruh tersendiri terhadap kesenian degung, terutama lagu-lagunya yang yang banyak diwarnai kondisi sungai, di antaranya lagu Manintin, Galatik Manggut, Kintel Buluk, dan Sang Bango. Kebiasaan marak lauk masyarakat Sunda selalu diringi dengan gamelan renteng dan berkembang ke gamelan degung.
Dugaan-dugaan masyarakat Sunda yang mengatakan bahwa degung merupakan musik kerajaan atau kadaleman dihubungkan pula dengan kirata basa, yaitu bahwa kata “degung” berasal dari kata "ngadeg" (berdiri) dan “agung” (megah) atau “pangagung” (menak; bangsawan), yang mengandung pengertian bahwa kesenian ini digunakan bagi kemegahan (keagungan) martabat bangsawan. E. Sutisna, salah seorang nayaga Degung Parahyangan, menghubungkan kata “degung” dikarenakan gamelan ini dulu hanya dimiliki oleh para pangagung (bupati). Dalam literatur istilah “degung” pertama kali muncul tahun 1879, yaitu dalam kamus susunan H.J. Oosting. Kata "De gong" (gamelan, bahasa Belanda) dalam kamus ini mengandung pengertian “penclon-penclon yang digantung”.
Gamelan yang usianya cukup tua selain yang ada di keraton Kasepuhan (gamelan Dengung) adalah gamelan degung Pangasih di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Gamelan ini merupakan peninggalan Pangeran Kusumadinata (Pangeran Kornel), bupati Sumedang (17911828).

Ø Sejarah Gamelan Bali
Menurut beberapa sumber sejarah yang ada Gamelan Bali ini sudah ada sejak jaman dahulu kala. Hal tersebut bisa di lihat dari Prasasti Bebetin yang ada di Bali, yang menyebutkan bahwa gamelan sudah ada sejak tahun 896 masehi, yaitu pada masa pemerintahan Raja Ugrasena di Bali. Namun dikatakan pada masa itu gamelannya sedikit lebih sederhana daripada yang sekarang.

Dimulai dari abad ke VIII saat terjadinya hubungan-hubungan antara kerajaan jawa dan Bali, membawa beberapa kesenian seperti gamelan jawa masuk ke Bali meskipun masih berupa instrumen terpisah. Hal ini lah yang membuat Gamelan Bali sekilas hampir mirip dengan gamelan jawa. Namun walaupun begitu Gamelan Bali tetap memiliki beberapa ciri khas yang membuatnya berbeda dengan gamelan jawa, salah satunya adalah cara memainkan instrumentnya. Bila di bandingkan dengan permainan gamelan jawa, Gamelan Bali dimainkan dengan tempo yang lebih cepat.
Menurut jamannya, Gamelan Bali dibagi menjadi  3 bagian besar:
1.      Gamelan Wayan
Gamelan wayah atau gamelan tua diperkirakan telah ada sebelum abad XV. Umumnya didominir oleh alat-alat berbentuk bilahan dan tidak mempergunakan kendang.  Kalaupun ada kendang, dapat dipastikan bahwa peranan instrumen ini tidak begitu menonjol. Contoh :  angklung, balaganjur, dan caruk

2.      Gamelan Madya
Barungan Madya,yang berasal dari sekitar abad XVI-XIX, merupakan barungan gamelan yang sudah memakai kendang dan instrumen-instrumen bermoncol (berpencon). Dalam barungan ini, kendang sudah mulai memainkan peranan penting.
Beberapa gamelan golongan Madya adalah:  gong gede, pelegongan, dan bebarongan.

3.      Gamelan Anyar
Gamelan anyar adalah gamelan golongan baru, yang meliputi jenis-jenis barungan gamelan yang muncul pada abad XX. Barungan gamelan ini nampak pada ciri-ciri yang menonjolkan permainan kendang.
Beberapa gamelan golongan anyar sebagai berikut: adi merdangga, bumbung gebyog, dan gamelan bumbang

2c. Alat Musik Yang Digunakan Pada Gamelan
1.      Gamelan Jawa
Saron

Saron adalah instrumen musik gamelan yang masih termasuk kedalam kategori “balungan”, mungkin tidak banyak dari anda yang mengenalinya tapi ketika anda mendengar nama dan gambar alat musik tradisional Jawa tengah dengan sebutan “rindik” mungkin akan langsung terbayang seperti apa rupanya

Teknik memainkan Saron

Berikut ini adalah teknik yang biasa untuk memainkan saron:
·         Mbalung
·         Tabuhan Pinjalan
·         Tabuhan Imbal
·         Pancer

Demung










Seperti saron, Demung masih termasuk dalam kategori keluarga balungan. Biasanya didalam sebuah set gamelan terdapat 2 buah demung yang memiliki versi nada pelog dan slendro, ukuran fisiknya memang besar namun untuk hasil nada yang dihasilkan, demung memiliki oktaf terendah dalam keluarga balungan.
Cepat lambat, atau keras dan lemah dari penabuhan alat musik demung ini tergantung dari komando pemain gendang. 



Kenong

Kenong juga merupakan salah satu alat musik tradisional di Jawa tengah yang menyusun instrumen gamelan. Kenong umumnya dengan dipukul oleh satu alat pemukul. Kenong berfungsi sebagai penegas irama dan batas-batas gatr. 
Ukuran kenong lebih besar daripada bonang, kenong juga dipukul dengan menggunakan alat pemukul kayu yang berlilitkan kain. Jumlah kenong dalam satu set instrumen gamelan biasanya lebih dari 6 buah.

Slenthem

           


Slenthem terdiri dari lembaran logam yang tipis lalu diuntai dengan tali dan direntagnkan di atas tabung-tabung, nama alat musik tradisional Jawa tengah yang satu ini memang sulit dan jarang didengar, namun Slenthem merupakan salah satu dari penyusun alat musik instrumen gamelan.

2.      Gamelan Bali
-Gerantang


Gambar gerantang alat musik tradisional bali
Gerantang terdiri atas beberapa potongan bambu yang disusun berderet dan dimainkan dengan menggunakan 2 alat pemukul khusus seperti Gambang (alat musik dari Jawa) namun alat musik gerantang menggunakan bambu.

Alat musik tradisional yang berasal dari Bali ini cukup sering digunakan dalam kegiatan gamelan atau angklung. Di daerah Jawa barat alat seperti ini disebut calung, jelas pastinya ada perbedaan antara alat musik tradisional Bali dan Jawa.



-Rindik

Rindik juga merupakan contoh alat musik tradisional Bali yang bisa kalian temui saat berkunjung ke pulau dewata. Rindik terbuat dari bambu yang bernada selendro dan dimainkan dengan cara dipukul. Rindik biasanya dimainkan oleh grup (sekitar 3 – 5 orang) dimana 2 orang memainkan rindik dan sisanya menggunakan alat musik lain.


Rindik biasa digunakan sebagai musik pengiring hiburan rakyat ‘Joget Bumbung‘. Seiring perkembangan zaman, kini rindik sudah bisa fleksibel dan mengikuti kemajuan era modern. Sekarang ini rindik digunakan sebagai pelengkap untuk acara pernikahan atau juga bisa sebagai penyambut tamu

-Ceng-Ceng







Alat musik ceng-ceng merupakan unsur penting dari perangkat gamelan Bali. Dalam berbagai unsur musik gamelan, ceng-ceng memegang peran yang sangat penting diantara alat musik tradisional Bali yang lainnya.Ceng-ceng dimainkan dengan cara dipukul pada bagian tembaga yang bundar dibagian atas dan akan menghasilkan suara “ceng-ceng-ceng” sesuai namanya. Untuk menghasilkan suara yang keras anda cukup memegang kedua bagian yang atas dengan menggunakan kedua tangan.

-Pereret

pereret alat musik tradisional bali
Gambar pereret alat musik tradisional bali
Pereret adalah alat musik tradisional Bali kuno yang memiliki bentuk seperti terompet, laat musik ini hingga sekarang masih ada keberadaannya. Cara memainkannya adalah dengan memegang terompet tersebut, lalu ditiup melalui lubang pada ujung bagian terompet.



-Genggong

genggong alat musik tradisional bali
Gambar genggong alat musik tradisional bali
Alat musik Genggong berasal dari daerah Bali, Genggong merupakan salah satu instrumen musik getar yang menghasilkan suara unik, suara yang dihasilkan seperti suara suling namun lebih kecil dan lebih kuat jika terdengar di telinga kita.

3.      Gamelan Sunda
Nama-nama Waditra/Alat-alat Musik
Istilah waditra khususnya dalam degung dan umumnya dalam Karawitan Sunda adalah istilah yang digunakan untuk menunjukan alat-alat yang digunakan dalam kegiatan berkesenian. Istilah dalam musik “instrumen”.


- Bonang,


terdiri dari 14 penclon dalam ancaknya. Berderet mulai dari nada mi alit sampai nada La agend

 
- Saron/Cempres

 terdiri dari 14 wilah. Berderet dari nada mi alit sampai dengan La rendah.

- Jengglong

 terdiri dari enam buah. Penempatannya ada yang digantung dan ada pula yang disimpan seperti penempatan kenong pada gamelan pelog.

- Suling
 suling yang dipergunakan biasanya suling berlubang empat.

- Kendang

 terdiri dari satu buah kendang besar dan dua buah kendang kecil (kulanter). Teknis pukulan kendang asalnya dipukul/ditakol dengan mempergunakan pemukul. Dalam perkembangannya sekarang kendang pada gamelan degung sama saja dengan kendang pada gamelan salendro-pelog.

 
-Gong


 pada mulanya hanya satu gong besar saja, kemudian sekarang memakai kempul, seperti yang digunakan pada gamelan pelog-salendro.

Fungsi Alat Musik
SUNDA
Fungsi waditra pada lagu kemprangan ini adalah sebagai berikut:
-          Jengglong                = balunganing gending
-          Suling                      = pembawa melodi
-          Kendang                 = pengatur irama
-          Saron                       = lilitan melodi
-          Bonang                    = lilitan balunganing gending
-          Gong                                   = paganteb wilet
Gumekan sebenarnya nama teknis tabuhan, tetapi di sini bisa diartikan pula sebagai bentuk lagu degung yang khas dalam lagu-lagu ageng. Fungsi waditra pada gumekan sangat berbeda sekali dengan gending-gending lainnya, terutama dalam pembawa melodi lagu.
Fungsi waditra dalam lagu/gending ageng tabuh gumekan:
-          Bonang                              = pembawa melodi
-          Suling                                = lilitan melodi
-          Saron/Cempres                  = lilitan melodi
-          Panerus                              = cantus firmus
-          Jengglong                          = balunganing gending
-          Gong                                 = panganteb wiletan


JAWA
.           a.   Saron
Alat ini dimainkan denga dipukul memakai satu alat pemukul yang terbuat dari kayu. Saron merupakan pengisi melodi utama dalam permainan gamelan. Alat ini merupakan alat berbilah denga bahan dasar besi, kuningan dan perunggu.
b.  Demung
Bentuk dan fungsinya sama seperti saron, namun demung bersuara lebih rendah satu oktaf dari pada saron dan kedengaran lebih keras. Pemukul untuk demung juga berukuran lebih besar dari pada pemukul saron.
c.   Peking
Alat ini berukuran lebih kecil dari pada saron dan suaranya satu oktaf lebih tinggi dibandingkan saron. Fungsinya adalah sebagai pemberi warna melodi dalam permainan gamelan. Biasanya peking akan membunyikan melodi yang sama dengan yang dimainkan saron namun permainannya dibuat terus mengisi ketukan, sehingga tidak ada tempo yang kosong. Hal ini dapat jelas terlihat dalam permainan tepo lambat. Irama peking adalah dua kali irama saron dan demung. Peking dipukul oleh alat pemukul yang biasanya terbuat dari tanduk sapi. Cara memukulnya pun sama dengan saron dan demung, hanya berbeda temponya saja.
d.   Bonang barung
Bonang barong dalah merupakan alat musik berpencu yang terbuat dari besi, kuningan dan perunggu. Alat ini dipukul dengan pemukul kayu berbentuk batangan yang salah satu ujungnya dililit kain. Bonang dimainkan dengan cara dipukul oleh dua alat pemukul. Bonang barung merupakan kepala utama alat melodis dalam gamelan. Alat ini berfungsi sebagai pemurba lagu, yang bertugas memulai jalannya sajian gendhing-gendhing. Satu set bonang terdiri dari 14 atau 12 buah bonang.
e.   Bonang penerus
Bentuk dan car memainkan alat ini sama seperti bonang barung. Alat ini merupakan pengisi harmoni bunyi bonang barung. Bentuk mirip bonang barung namun lebih kecil, bonang penerus memiliki suara satu oktaf lebih tinggi daripada bonang barung dan sewaktu daimainkan dipukul dalam tempo yang lebih cepat dari pada bonang barung.
f.    Kenong
Kenong biasanya dimainkan dengan dipukul oleh satu alat pemukul. Alat ini merupakan pengisi akor atau harmini dalam permainkan gamelan, kenong berfungsi sebagai penentu batas-batas gatra, menegaskan irama. Kenong juga termasuk dalam alat musik berpacu, namun ukuran lebih besar dari pada bonang. Alat ini juga dipukul menggunakan alat pemukul kayu yang dililitkan kain. Jumlah dalam satu set bervariasi tapi biasanya sekitar 10 buah.
g.   Kethuk kempyang
Alat ini memiliki fungsi sebagai alat musik ritmis, yang membantu kendhang dalam menghasilkan ritme lagu yang diinginkan. Dalam tiap set gamelan hanya ada satu buah kethuk dan satu buah kempyang. Kethuk kempyang biasanya diletakan dekat kenong, biasanya kethuk kempyang juga dimainkan oleh pemain kenong.
h.   Gender barung
Alat ini dimainkan menggunakan dua alat pemukul. Fungsinya hampir sama dengan saron namun dengan warna suara yang berbeda, alat ini teebuat dari besi, kuningan dan perunggu. Alat ini merupakan alat musik berbilah. Bilahan gender lebih tipis daripada bilahan saron. Pada tempatnya, bilah-bilah itu dihubungkan oleh suatu penyangga yang tersusun dari rangkaian benang yang disambungkan diantaranya.
i.    Gender penerus
Alai ini hampir sama dengan bonang penerus, yaitu menjalankan fungsinya sebagai pendamping gender baruang. Irama gender penerus lebih cepat dua kali lipat dari pada gender barung. Bilah gender penerus lebih kecil dari pada gender barung.
j.    Slenthem
Alat ini dimainkan dengan dipukul oleh satu alat pemukul. Fungsinya benar-benar sama dengan saron yaitu sebagai pemegang melodi dalam gamelan. Namun, dengan warna suara yang berbeda dan tinggi nada satu oktaf lebih rendah dari pada demung.
k.   Kempul
Kempul adalah salah satu alat musik gamelan yang terbuat dari perunggu dan termasuk gamelan berpencu. Kempul disebut juga gong kecil. Satu set kempul terdiri dari beberapa buah kempul yang jumlahnya bervariasi. Kempul yang berukuran lebih kecil memiliki nada lebih tinggi dari pada kempul yang besar. Kempul dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul dalam ukuran lebih besar dari pemukul yang digunakan untuk pemukul kenong tapi lebih kecil daripada pemukul gong. Pemukul ini seluruhnya terbuat dari kayu dan bagian yang dipukulkan dilapisi kain tebal. Kempul diletakan dengan cara digantung. Fungsi kempul adalah pemangku irama atau menegaskan irama melodi. Kempul merupakan pengisi akor dalam setiap permainan gamelan.
l.    Gong
Gong adalah salah satu alat musik gamelan yang terbuat dari perunggu dan termasuk gamelan berpencu. Gong dimainkan dengan cara dipukul. Gong diletakan denga cara menggantung, karena bentuknya yang sangat besar. Fungsinya adalah untuk memberi tanda berakhirnya sebuah gatra dan juga untuk menandai mulainya dan berakhirnya gendhing.
Gong memiliki bentuk paling besar sehingga memiliki suara paling rendah di antara instrument gamelan lainya. Gong merupakan instrument yang paling dihargai dari semua instrument gamelan karena dianggap sebagai jiwa gamelan. Gong dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1)            Gong siyem
Besarnya di antara kempul dan gong gedhe (besar).
2)           Gong suwukan
Besarnya di antara kempul dan gong gedhe (besar).
3)           Gong gedhe
Gong yang bentuknya paling besar.
m. Gambang
Gambang merupakan instrument gamelan yang dimainkan paling cepat dalam sebuah lagu. Alat ini menjalankan fungsi yang sama dengan gender barung, tapi gambang terbuat dari kayu. Tiap gambang biasanya terdiri dari 19 atau 20 bilah kayu untuk nadanya. Gambang dimainkan dengan dua buah pemukul. Pemukul gambang sangat panjang. Panjang tangkainya kira-kira 35 cm. tangkai ini terbuat dari tanduk, sedangkan bagian yang dipukulkan terbuat dari kayu yang sisi kelilingnya dibalut kain.
n.   Kendhang
Alat ini dimaikan dengan dipukul oleh kedua tangan pada setiap sisinya. Kendhang merupakan kepala yang memimpin setiap permainan gamelan, berfungsi sebagai penentu setiap ritme yang ada dalam pemain gamelan. Kendhang merupakan pengatur irama gendhing. Alat ini berfungsi memulai, mempercepat, memperlambat, dan memberi tanda akan berakhirnya gendhing. Dalam gamelan ada tiga atau empat buah kemdhang yang berbeda ukurannya. Setiap kendhang ditutupi dengan membrane kulit dikedua sisinya. Diameter kedua sisi kendhang ini berbeda. Keempaat kendhang yang dimaksud adalah: kendhang gendhing, kendhang wayangan, kendhang ciblon, dan ketipung.
o.   Suling
Alat ini dimainkan dengan ditiup. Biasanya suling memainkan melodi tersendiri yang menghiasi permainan gamelan. Suling terdiri dari dua macam yaitu suling slendro dan suling pelog. Perbedaan suling slendro dan suling pelog adalah pada letak dan jumlah lubang-lubangnya. Suling slendro memiliki 4 buah lubang, dan pelog memiliki 5 buah lubang.
p.   Siter
Siter dimainkan dengan petikan oleh ibu jari kiri dan kanan. Alat ini juga memainkan melodi tersendiri. Siter dibuat dengan dua sisi, yaitu sisi atas dan sisi bawah. Masing-masing memiliki laras pelog dan slendro. Siter mirip dengan kecapi di Jawa Barat. Siter memiliki 11 atau 12 dawai yang unison (satu nada)
q.   Rebab
Rebab merupakan alat musik gesek berdawai dua. Rebab terbuat dari kayu dan tubuhnya terbentuk seperti hati. Tubuh rebab dilapisi dengan kulit tipis. Dawai ditekan dengan jari tangan kiri tapi tidak sampai menempel pada batang rebab






























BAB III
KESIMPULAN

Gamelan adalah produk budaya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kesenian. Kesenian merupakan salah satu unsur budaya yang bersifat universal. Ini berarti bahwa setiap bangsa dipastikan memiliki kesenian, namun wujudnya berbeda antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Apabila antar bangsa terjadi kontak budaya maka keseniannya pun juga ikut berkontak sehingga dapat terjadi satu bangsa akan menyerap atau mengarn bila unsur seni dari bangsa lain disesuaikan dengan kondisi seternpat. Oleh karena itu sejak keberadaan gamelan sampai sekarang telah terjadi perubahan dan perkembangan, khususnya dalam kelengkapan ansambelnya.





















PENUTUP

Demikianlah makalah yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas. Karena kami hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kamu semoga dapat diterima dihati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya.

























DAFTAR PUSTAKA